seorang anak kecil..
gadis yang tak pernah mengenal apa itu pacaran..
tak pernah tersentuh dan disentuh oleh yang bukan muhrim..
duduk bersampingan pun tidak..
hingga suatu saat, ketika dia mengenal cinta pertama..
sama sekali tak pernah disentuh pula..
terjaga..
hingga suatu saat ketika cinta pertamanya pergi..
dia mulai mengenal cinta kedua..
masih.. masih terjaga..
tapi dia mulai mengenal yang belum pernah dikenalnya dulu..
sedikit.. sedikit dan semua yang baru dia kenal itu, sangat membekas..
walaupun masih terjaga..
sedikit, sedikit dan semua yang baru dia lakukan sangat membekas..
walaupun masih terjaga..
mungkin, mungkin karena semua itu baru 2 tahun, sangat sedikit dibanding 19 tahun usia yang dilewati tapi mengubah drastis..
walaupun masih terjaga..
tidak, tidak menyalahakan siapa, karena sayank itu iku berperan..
tidak, tidak pernah dan tidak akan pernah semua itu dilakukan dengan yang lain..
sejuta rasa sigadis terkunci..
tidak, tidak bisa si gadis merasakan benih cinta dan sayank dengan lain..
selalu, selalu si gadis, dipandang dingin dengan yang lain..
knapa? knapa si gadis? dia merasa cukup sekali mengenal..
cukup sekali dengannya..
berniat pun tak pernah dengan yang lain..
bukan cinta pertama..
tapi semua kebebasan pertama dikenalnya dengan yang kedua..
bukan cinta pertama..
tapi tidak salah jika ingin yang terakhir..
pertama tak berarti jika bukan yang terakhir..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar