Sabtu, 03 Maret 2012

si gadis II

kisah lalu..
pernah dilewati sang gadis..
**
si gadis dengan tangis di hati, beranjak dari rumah dan mencium tangan ibunya menuju ujung jalan..
hancurnya perekonomian kluarga..
membuatnya tak bisa berkata banyak ketika tak di dapatinya uang saku untuk kembali berangkat ke kota tempatnya menuntut ilmu..
tak mengerti sebenernya.. tak habis pikir baginya..
aset tetap masih ada, tapi rasanya benar2 benar dihimpit oleh kesulitan ekonomi..

menangis..
gadis yang baru semester 2 itu menahan mata yang berkaca-kaca..
uang yang digenggamnya sebenarnya tak cukup untuk sampai di semarang..
yah.. masih beruntung, selama semster awal, habis2an berhemat, sampai minder, minder berada dalam kampus..
tak ada waktu baginya untuk sekadar pergi ke mall, atau berani berbicara di kelas, atau aktif dalam sutu organisasi..
belajar, perpus, kost, warung..
hanya rute2 itu saja yang dilewati..

hari itu..
teringat bagaimana menjalani hari2 setelah itu..
tugas, yang lain diketik, si gadis menulis dengan tangan entah brapa folio..
tugas, yang lain fotokopi, si gadis entah brapa halaman menulis nya..
atau harus bolak balik berjalan kaki meminjam buku di perpus, mengembalikan dan meminjamnya lagi..
pulsa, tapi selalu si gadis sempatkan hemat hanya untuk membeli pulsa..
bukan apa, apa, dengan tersambung di internet lewat hape.nya, si gadis sedikit terlupa dengan penatnya semua masalah..
si gadis manja yang mulai belajar dewasa sejak saat itu..

aku..
si gadis manja..
sudah banyak yang di pendam seornag diri..
tegar, introvert, dan anak rumahan adalah tiga kata bagi sahabat dekat si gadis..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar